Melawan Over Thinking »1
Halo semuanya! Perkenalkan aku Adam Abdillah Hanafi, salah satu murid di SMAN 9 Kota Tangerang. Aku ingin bercerita sedikit tentang overthinkingku selama ini. Yuk silahkan di simak😋
Pada tanggal ini aku masih berada di kelas 10. Ya, aku baru saja beranjak ke jenjang SMA. Di jenjang SMA ini aku menghadapi banyak sekali kesulitan. Kesulitan pelajaran misalnya. Atau bahkan kesulitan dalam pelajaran. Aku merasa bahwa aku lebih suka menjadi pribadi yang tertutup, yang tidak ingin berbagi masalah, atau bercerita tentang problematika yang aku sedang alami. Aku meyakini bahwa hanya diriku saja yang harus menyelesaikan masalah ini. Aku tidak membutuhkan orang lain. Aku tidak percaya dengan orang lain. Itulah sekedip overthinkingku selama ini. Karena overthinking ini aku sering kali stres berlebihan. Bahkan karena overthinkingku, aku tidak bisa seproduktif dulu. Aku lebih menghabiskan waktu untuk memikirkan masalah ketimbang menyelesaikan masalah.
Overthinkingku tidak selesai sampai itu saja, sekarang ini aku lebih memikirkan masalah di masa depan. Aku merasa kebingungan. Aku merasa ingin jatuh. Merasa terhempas. Aku tidak tau harus berbuat apa. Pikiran yang selalu membayang-bayang di kepala terus saka menghantui tiada kenal waktu.
Mungkin overthinking ini disebabkan oleh diriku sendiri. Aku terlalu jauh dengan sang maha pencipta, Allah Subhanahu Wata'ala. Yang dulunya aku rajin ke masjid untuk beribadah, namun sekarang aku lebih memilih beribadah di rumah. Aku merasa jauh. Jauh dari sang pencipta memang sangat membawa dampak negatif. Dampak negatif seperti banyaknya beban pikiran, masalah yang tidak ada habis-habisnya, dan lain sebagainya. Dan naasnya aku mengalami itu semua. Aku sempat putus asa. Aku mencoba untuk meleraikan masalah ini dengan bantuan orang tuaku. Aku bercerita dengannya. Mereka menanggapinya dengan luar biasa. Mereka memotivasiku dan mencarikan jalan yang terbaik untukku. Terutama ayahku, beliau memberikan jawaban berbalut nasihat yang selama ini aku cari. Beliau pernah mengatakan bahwa permasalahan yang aku hadapi itu dikarenakan aku tidak percaya terhadap takdir yang sudah berlalu. Dan aku mengiyakannya, karena setelah aku pikir-pikir memang aku selalu menyesal dan selalu menyalahkan diriku terhadap kesalahan yang terjadi di masa lalu. Aku merasa tidak percaya bahwa Allah akan memperhatikanku. Hatiku selalu berdesis jikalau aku mengatakan bahwa aku tidak percaya Allah. Aku salah. Aku sekarang sudah mulai percaya. Imanku lemah. Dan aku sangat mengakuinya.
Lantas setelah aku berkonsultasi kepada orang tuaku. Aku masih saja celingak-celinguk mencari potongan jawaban yang hilang. Aku mulai mencari potongan jawaban yang hilang itu dengan mencari informasi tentang percaya dengan takdir. Aku mulai men-tap layar keyboard dengan jari jariku dan menuliskan kata 'percaya terhadap takdir Allah' disamping ikon kaca pembesar di aplikasi browserku. Tak memakan waktu lama, laman situs mulai bermunculan. Aku men-tap salah satu situs informasi islam yang aku percaya yaitu rumahsyo.com.
Comments
Post a Comment